Kamis, 23 November 2017

Rubrik PCK (Pedagogy Content Knowledge)



Development Of Evidence-Based, Student-Learning Oriented
Rubrics For Pre-Service Science Teachers’
Pedagogical Content Knowledge
(Pengembangan Berbasis Bukti, Pembelajaran Siswa yang Berorientasi Rubrik Untuk Kompetensi Pengetahuan Pedagogis Guru Pranata)
1.      Latar Belakang
      Penelitian ini menggambarkan tentang rubrik PCK, yaitu panduan pemberian penilaian kriteria berbagai topik ilmu pengetahuan dan tingkat pengalaman guru yang ditujukan untuk menganalisis pengetahuan profesional dan pengetahuan konten pada calon guru atau guru pranata.
2.      Masalah
Penelitian ini memiliki dua rumusan masalah yaitu:
a.       Apakah pengetahuan tentang keprofesionalitasan guru dipunyai dan dipresentasikan oleh calon guru?
b.      Apakah cara yang ditempuh oleh calon guru dalam argumentasinya menggabungkan kompetensi profesional dan pengetahuan dalam mendukung pengembangan rubrik kompetensi pengetahuan pedagogik sebagai langkah praktis untuk digunakan guru pada pendidikan?
3.      Metode Penelitian
      Pada penelitian ini peneliti menggunakan analisis kualitatif dengan subyek penelitiannya adalah 239 calon guru sains dalam program pendidikan guru universitas di Inggris. Program pendidikan yang dikenal sebagai 'Sertifikat Pascasarjana dalam Pendidikan' (PGCE) terdiri dari 24 minggu praktek mengajar di minimal 2 sekolah dan studi 12 minggu akademik di universitas atau perguruan tinggi. Program Ilmu PGCE menyediakan pendidikan awal guru untuk mengajar fisika, kimia dan biologi.
      Data dikumpulkan selama 5 tahun dalam skema pendidikan guru dengan kuesioner tertulis dan wawancara tertutup dalam waktu sekitar 45 menit dan anonim dari calon guru akan dipertahankan. Skema yaitu gambaran tentang situasi pengajaran di kelas tentang satu topik dalam bidang biologi, fisika dan kimia yang diajarkan kepada siswa.
      Skema atau vinyet mempresentasikan kesalahpahaman siswa atau gagasan salah yang didokumentasikan dalam literatur, mengidentifikasi jawaban yang benar dan bertanya kepada PST (calon guru), 'Apa yang akan Anda lakukan sebagai guru kelas untuk membantu siswa mempelajari jawaban yang benar?'. Analisis dari respon atau tanggapan calon guru terhadap vinyet diperiksa sebagai bukti strategi pedagogis dan laporan pengetahuan konten dengan menggunakan prosedur analisis konten.
4.      Hasil & Pembahasan









     






Tabel 1 tentang TSPK dan CK pada calon guru
      PCK dinilai dengan kualitas kategori. Untuk menjelaskan perbedaan kualitas di masing-masing kategori pada TSPK, sub-kategori induktif dirancang untuk menganalisis apakah usulan Demonstrasi, Penjelasan, Analogi dan Ilustrasi itu relevan, relevan tidak lengkap atau tidak relevan kepada siswa yang mempelajari jawaban yang benar. Respons yang relevan sangat terkait dengan topik sketsa, dan dengan demikian, cenderung mempengaruhi pembelajaran siswa secara positif.
      Sedangkan untuk CK, pengkodean dilakukan secara induktif dengan menghasilkan jaringan pengkodean. Pernyataan diklasifikasikan sebagai Benar atau Salah. Pernyataan yang benar secara ilmiah akurat dan bebas dari kemungkinan kesalahpahaman atau kesalahan orang lain. Pernyataan yang salah mengungkapkan sains yang salah, dan / atau kemungkinan kesalahan persepsi atau kesalahpahaman. Hal tersebut memberikan pengaruh pada pembelajaran siswa. Pernyataan yang benar dibagi antara relevan atau tidak relevan. Pernyataan yang relevan berhubungan langsung dengan topik sketsa. Pernyataan yang tidak relevan walaupun benar, memberi informasi yang berada di luar lingkup topik sketsa. Pernyataan yang benar relevan selanjutnya dianalisis untuk kelengkapan.
      Sebagian besar pernyataan TSPK yang direncanakan adalah demonstrasi atau penjelasan yang menunjukkan usulan pengajaran awal PST (calon guru) didasarkan pada menunjukkan, memberi tahu, menjelaskan atau menjelaskan. Berbagai strategi instruksional yang lebih banyak diamati untuk menanggapi sketsa kimia dan biologi, dibandingkan dengan fisika. Pernyataan PCK yang relevan dengan topik sketsa dibagi termasuk antara strategi instruksional dan proporsi yang relatif kecil yang menunjukkan kesadaran akan kesulitan belajar siswa
      Stratifikasi tersebut menggambarkan potensi untuk menengahi pembelajaran siswa. Jika para guru memiliki dan memanfaatkan kualitas kompetensi PCK yang tinggi, yaitu relevan dan, untuk CK memiliki pengetahuan yang benar, maka akan memberikan dampak baik bagi pembelajaran. Pengetahuan yang berkualitas rendah yaitu seperti tidak relevan dan / tidak benar, dapat berkontribusi untuk memahami persimpangan antara CK dan TSPK yang menunjukkan bahwa pengetahuan berkualitas baik dibutuhkan untuk memastikan siswa mempelajari sains dengan benar.
5.      Kesimpulan
      Rubrik PCK tersebut mengelompokkan TSPK dan CK berdasarkan kualitas, dan menunjukkan bukti bagaimana hasil gabungan keduanya. Pandangan peneliti adalah bahwa pernyataan gabungan TSPK dan CK mewakili PCK yang direncanakan calon guru, disaring melalui pengetahuan sebelumnya yang diperoleh terutama melalui pengalaman sekolah. Struktur rubrik menawarkan cara untuk mengidentifikasi variasi kualitas pengetahuan, dan menjelaskan bagaimana CK dan TSPK dapat berinteraksi dan saling mempengaruhi yang menghasilkan kompetensi PCK dan cenderung menghasilkan hasil yang bervariasi bagi siswa.
6.      Komentar 
       Dalam penelitian ini data yang dihasilkan berasal dari calon guru, bukan guru ahli. Untuk meningkatkan tanggapan terhadap pengetahuan profesional dan pengetahuan konten yang berkualitas tinggi, diperlukan penyempurnaan dan masukan lebih lanjut dari guru atau pakar yang diakui. Namun, menurut saya hal tersebut tidak seluruhnya bernilai negatif karena dapat meningkatkan wawasan tentang pengetahuan pedagogik dan profesional bagi para calon guru.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar