Development
Of Evidence-Based, Student-Learning Oriented
Rubrics
For Pre-Service Science Teachers’
Pedagogical
Content Knowledge
(Pengembangan Berbasis Bukti, Pembelajaran Siswa yang Berorientasi Rubrik
Untuk Kompetensi Pengetahuan Pedagogis Guru Pranata)
1. Latar Belakang
Penelitian
ini menggambarkan tentang rubrik PCK, yaitu panduan pemberian penilaian
kriteria berbagai topik ilmu pengetahuan dan tingkat pengalaman guru yang ditujukan
untuk menganalisis pengetahuan profesional dan pengetahuan konten pada calon
guru atau guru pranata.
2. Masalah
Penelitian ini memiliki dua rumusan
masalah yaitu:
a.
Apakah
pengetahuan tentang keprofesionalitasan guru dipunyai dan dipresentasikan oleh
calon guru?
b.
Apakah cara yang
ditempuh oleh calon guru dalam argumentasinya menggabungkan kompetensi
profesional dan pengetahuan dalam mendukung pengembangan rubrik kompetensi
pengetahuan pedagogik sebagai langkah praktis untuk digunakan guru pada
pendidikan?
3. Metode
Penelitian
Pada
penelitian ini peneliti menggunakan analisis kualitatif dengan subyek
penelitiannya adalah 239 calon guru sains dalam program pendidikan guru
universitas di Inggris. Program pendidikan yang dikenal sebagai 'Sertifikat
Pascasarjana dalam Pendidikan' (PGCE) terdiri dari 24 minggu praktek mengajar
di minimal 2 sekolah dan studi 12 minggu akademik di universitas atau perguruan
tinggi. Program Ilmu PGCE menyediakan pendidikan awal guru untuk mengajar
fisika, kimia dan biologi.
Data
dikumpulkan selama 5 tahun dalam skema pendidikan guru dengan kuesioner
tertulis dan wawancara tertutup dalam waktu sekitar 45 menit dan anonim dari
calon guru akan dipertahankan. Skema yaitu gambaran tentang situasi pengajaran
di kelas tentang satu topik dalam bidang biologi, fisika dan kimia yang
diajarkan kepada siswa.
Skema
atau vinyet mempresentasikan kesalahpahaman siswa atau gagasan salah yang
didokumentasikan dalam literatur, mengidentifikasi jawaban yang benar dan
bertanya kepada PST (calon guru), 'Apa yang akan Anda lakukan sebagai guru
kelas untuk membantu siswa mempelajari jawaban yang benar?'. Analisis dari
respon atau tanggapan calon guru terhadap vinyet diperiksa sebagai bukti
strategi pedagogis dan laporan pengetahuan konten dengan menggunakan prosedur
analisis konten.
4. Hasil &
Pembahasan


Tabel
1 tentang TSPK dan CK pada calon guru
PCK
dinilai dengan kualitas kategori. Untuk
menjelaskan perbedaan kualitas di masing-masing kategori
pada TSPK, sub-kategori
induktif dirancang untuk menganalisis apakah usulan Demonstrasi,
Penjelasan, Analogi dan Ilustrasi itu relevan, relevan tidak lengkap atau tidak relevan
kepada siswa yang mempelajari jawaban yang benar. Respons yang relevan sangat
terkait dengan topik sketsa, dan dengan demikian, cenderung mempengaruhi
pembelajaran siswa secara positif.
Sedangkan
untuk CK, pengkodean dilakukan secara
induktif dengan menghasilkan jaringan pengkodean. Pernyataan diklasifikasikan sebagai Benar atau Salah.
Pernyataan yang benar secara ilmiah akurat dan bebas dari kemungkinan
kesalahpahaman atau kesalahan orang lain. Pernyataan yang salah mengungkapkan
sains yang salah, dan / atau kemungkinan kesalahan persepsi atau
kesalahpahaman. Hal tersebut memberikan pengaruh pada
pembelajaran siswa. Pernyataan
yang benar dibagi antara relevan atau tidak relevan. Pernyataan yang relevan berhubungan
langsung dengan topik sketsa. Pernyataan yang tidak relevan
walaupun benar, memberi informasi yang berada di luar
lingkup topik sketsa. Pernyataan yang benar relevan selanjutnya dianalisis
untuk kelengkapan.
Sebagian
besar pernyataan TSPK yang direncanakan adalah demonstrasi atau penjelasan yang
menunjukkan usulan pengajaran awal PST (calon guru) didasarkan pada
menunjukkan, memberi tahu, menjelaskan atau menjelaskan. Berbagai strategi
instruksional yang lebih banyak diamati untuk menanggapi sketsa kimia dan
biologi, dibandingkan dengan fisika. Pernyataan PCK yang relevan dengan topik
sketsa dibagi termasuk antara strategi instruksional dan proporsi yang relatif
kecil yang menunjukkan kesadaran akan kesulitan belajar siswa
Stratifikasi tersebut menggambarkan potensi untuk
menengahi pembelajaran siswa. Jika para guru memiliki dan memanfaatkan kualitas kompetensi PCK
yang tinggi, yaitu
relevan dan, untuk CK memiliki pengetahuan yang benar, maka akan
memberikan dampak baik bagi pembelajaran. Pengetahuan yang berkualitas rendah yaitu seperti tidak relevan dan / tidak benar,
dapat berkontribusi untuk memahami
persimpangan antara CK dan TSPK yang menunjukkan bahwa pengetahuan berkualitas
baik dibutuhkan untuk memastikan siswa mempelajari sains dengan benar.
5. Kesimpulan
Rubrik PCK tersebut mengelompokkan TSPK dan CK berdasarkan kualitas,
dan menunjukkan bukti bagaimana hasil gabungan keduanya. Pandangan peneliti adalah bahwa pernyataan gabungan
TSPK dan CK mewakili PCK yang direncanakan calon guru, disaring melalui
pengetahuan sebelumnya yang diperoleh terutama melalui pengalaman sekolah.
Struktur rubrik menawarkan cara untuk mengidentifikasi variasi kualitas
pengetahuan, dan menjelaskan bagaimana CK dan TSPK dapat berinteraksi dan
saling mempengaruhi yang menghasilkan kompetensi PCK dan cenderung menghasilkan
hasil yang bervariasi bagi siswa.
6. Komentar
Dalam
penelitian ini data yang dihasilkan berasal
dari calon guru,
bukan guru ahli. Untuk meningkatkan tanggapan terhadap pengetahuan profesional dan pengetahuan konten yang berkualitas tinggi, diperlukan penyempurnaan dan masukan lebih lanjut dari guru atau pakar yang diakui.
Namun, menurut saya hal tersebut tidak seluruhnya bernilai negatif karena dapat
meningkatkan wawasan tentang pengetahuan pedagogik dan profesional bagi para
calon guru.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar